Manajemen Sekolah
Rudiansyah_11901015
A. Konsep Manajemen
Manajemen dalam arti luas adalah
perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan
sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan
secara efektif dan efesien. Sedangkan,
manajemen dalam arti sempit adalah
manajemen sekolah/ madrasah yang meliputi:
perencanaan program sekolah/ madrasah,
pelaksanaan program sekolah/ madrasah,
kepemimpinan kepala sekolah/ madrasah,
pengawas/ evaluasi, dan sistem informasi
sekolah/ madrasah. Sekolah sebagai lembaga
pendidikan formal harus mampu
mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki
oleh peserrta didik. Potensi tersebut meliputi
aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
Manajemen sekolah merupakan proses
mengelola sekolah melalui perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan
sekolah agar mencapai tujuan pendidikan yang
telah ditetapkan. Kepala sekolah sebagai
manajer sekolah menempati posisi yang telah
ditentukan di dalam organisasi sekolah. Salah
satu perioritas kepala sekolah dalam
manajemen sekolah ialah manajemen
pembelajaran.
B. Fungsi Manajemen Sekolah
Secara umum ada empat fungsi
manajemen yang banyak dikenal masyarakat
yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi
pengorganisasian (organizing), fungsi
pengarahan (directing) dan fungsi
pengendalian (controlling). Untuk fungsi
pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing
(pembentukan staf).
Dalam proses manajemen terlibat
fungsi-fungsi pokok yang ditampilkan oleh
seorang pimpinan, menurut Yamin
pengorganisasian (organizing), kepemimpinan
(leading), dan pengawasan (controlling).
C. Garapan Manajemen Sekolah
Manajemen pendidikan adalah bagian
dari proses manajemen sekolah, karena
merujuk pada penataan sumber daya manusia,
kurikulum, fasilitas, sumber belajar dan dana
serta upaya mendapai tujuan lembaga sekolah
secara dinamis. Manajemen pendidikan
merupakan suatu sistem pengelolaan dan
penataan sumber daya pendidikan, seperti
tenaga kependidikan, peserta didik,
masyarakat, kurikulum, danan (keuangan),
sarana dan prasarana pendidikan, tata laksana
dan lingkungan pendidikan. Soepardi
(Mulyasa, 2011:11) mengungkapkan bahwa
bidang; organisasi kurikulum, perlengkapan
pendidikan, media pendidikan, personil
pendidikan, hubungan kemanusiaan, dan dana.
D. Peranan Kepala Sekolah dalam Manajemen
Kepala sekolah merupakan jabatan
karir yang diperoleh seseoarng setelah sekian lama menjabat sebagai guru. Seseorang
diangkat dan dipercaya menduduki jabatan
kepala sekolah harus memenuhi kriteria-
kriteria yang disyaratkan untuk jabatan
dimaksud. Wahjosumidjo (2011:83)
dapat didefinisikan sebagai seorang tenaga
fungsional guru yang diberi tugas tambahan
untuk memimpin suatu lembaga atau sekolah
dimana diselenggarakan proses belajar
mengajar, atau tempat dimana terjadi interaksi
antara guru yang memberi pelajaran dan murid Kepala sekolah yang berhasil apabila
mereka memahami keberadaan sekolah
sebagai organisasi yang kompleks dan unik,
serta mampu melaksanakan peranan kepala
sekolah sebagai seseorang yang diberi
tanggung jawab untuk memimpin sekolah.
Sesuai dengan ciri-ciri sekolah sebagai
organisasi yang bersifat kompleks dan unik,
peran kepala sekolah seharusnya dilihat dari
berbagai sudut pandang. Pada umumnya
kepala sekolah memiliki tanggung jawab
sebagai pemimpin di bidang pengajaran,
pengembangan kurikulum, administrasi
kesiswaan dan personalia staf, hubungan
masyarakat, administrasi school plant, dan
perlengkapan serta organisasi sekolah.
E. Mutu Pendidikan
Mutu berkaitan dengan baik buruknya
suatu benda, kadar atau derajat. Mutu
pendidikan yang diinginkan tidak terjadi begitu
saja, tetapi mutu perlu direncanakan.
Perencanaan yang matang merupakan salah
satu bagian dalam upaya meningkatkan mutu.
Depdiknas (Mulyasa, 2013:157), Secara umum
karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa
yang menunjukkan kemampuannya dalam
membuaskan kebutuhan yang diharapkan atau
tersirat. Dalam konteks pendidikan, pengertian
mutu mencakup input, proses dan output
Input pendidikan adalah segala sesuatu
yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk
berlangsungnya proses. Input sumber daya
meliputi sumber daya manusia (kepala
sekolah, guru termasuk guru BP, karyawan,
siswa) dan sumber daya selebihnya (peralatan,
perlengkapan, uang, bahan dan sebagainya).
Proses pendidikan merupakan berubahnya
sesuatu menjadi sesuatu yang lain. Sesuatu
yang berpengaruh terhadap berlangsungnya
proses disebut input, sedang sesuatu dari hasil
proses disebut output. Output pendidikan
adalah merupakan kinerja sekolah.
Komentar
Posting Komentar